Senin, 11 Mei 2009

Bisnis Masa Depan

Apa bisnis yang akan meledak dimasa depan?
Percaya atau tidak, jawabannya adalah industri kesehatan. Siapa yang menjalankan bisnis kesehatan, akan menguasai bisnis masa depan.

Indutri Kesehatan Sebagai Sebuah Bisnis Masa Depan

Dalam buku Best Sellernya, The Next Trillion Dolar Industry, pengamat ekonomi yang juga seorang futuris, Paul Zane Pillzer, mengungkapkan bahwa satu dekada mendatang perkembangan industri kesehatan mencapai titik yang sangat fantastis.

Prediksi ini berdasarkan adanya generasi kelas menengah yang semakin mapan dan mulai memperhatikan hal lain diluar semua kebutuhan yang sudah mareka penuhi.

Mareka sudah mampu beli mobil, beli rumah, alat elektronik dan segala kebutuhan lainnya, dan mareka masih mempunyai uang untuk mareka gunakan. Lalu kemana uang mareka dialokasikan?

Penelitian Paul Zane Pillzer menunjukkan bahwa sebagian besar uang akan digunakan untuk membeli kebutuhan kesehatan dan kecantikan. Ternyata setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi, sebagian besar kaum menengah ingit awet muda, sehat, dan tampil menarik. Dan semuanya kini sedang mengikuti trend kembali pada alam. Bahkan trend ini sudah merambah ke sumua strata sosial.

Di Amerika, trend ini dipelopori oleh kaum Baby Boomer yang merupakan generasi yang belakangan menjadi penggerak, trend setter gaya hidup yang mampu menjadi mesin penggerak ekonomi global. Marekalah yang membuat industri properti meledak, industri otomotif berkembang pesat. Mareka pulalah yang mengerakkan industri asuransi, komputer dan internet (di Indonesia bisa diwakili oleh kelas menengah).

Saat ini, di Amerika saja, menurut Paul, generasi tersebut menghabiskan sekitar 200 miliyar dollar pertahun untuk produk perawatan kesehatan. Jumlah ini diperkirakan setengah dari angka belanja kendaraan. Dan diperkirakan akan mencapai puncak permintaan tertinggi pada akhir tahun 2010, yaitu mencapai 1000 miliyar dollar AS atau 1 triliyun dollar AS pertahun. Atau sekitar 19 juta dollar (19 miliyar rupiah) permenit. Meningkat sekitar 500 persen.

Menurut Paul, ada empat pilihan jika mau mendapat bagian dari bisnis masa depan ini.

  • Pertama, menjadi tenaga ahli atau praktis, seperti dokter, spesialis, dsb. Tentu saja untuk menjadi kelompok ini diperlukan bekal pendidikan yang tidak murah dan kecerdasan diatas rata-rata.
  • Kedua, sebagai produsen, tetapi tentu saja harus didukung dengan investasi miliyaran, bahkan trliyunan rupiah untuk bangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, dsb.
  • Ketiga, penjual retail, tetapi tetap saja harus mempersiapkan modal yang tidak sedikit juga.
  • Keempat, sebagai distributor. Dalam 30 tahun perkembangan bisnis dunia, distributor adalah bagian dari rantai bisnis yang paling sebesar mendapatkan keuntungan. Jadi, keuntungan terbesar bukan pada produsen melainkan distributor. Contohnya, seperti Sam Walton dengan "Walt Mart"nya, Fred Smith dengan "Fed-Ex", Josh Bishop dengan "Amazon.com". Mareka adalah distributor.


*sumber dari buku "The Next Trillion", karya Paul Zane Pilzer

1 komentar: