Selasa, 15 September 2009

Hal Penting Yang Jarang Diketahui Orang

1) Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112 dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda dan yang menarik, nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dilock. Cobalah...

2) Kunci mobil anda ketinggalan di dalam mobil? Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30 cm dari mobil dan minta orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)

3) Baterai cadangan tersembunyi. Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon penting dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4) Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda (Jakarta area only). Ketik :contoh metro B1234CD (merah no polisi anda). Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data-data kendaraan anda. Tips ini juga berguna untuk mengetahui data-data mobil bekas yang hendak anda beli/incar.

5) Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari ATM, maka anda bisa minta pertolongan diam-diam dengan memberikan nomor PIN secara terbalik. Misal no asli pin anda 1254 input 4521 di ATM, maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh ATM tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.

*sumber:

Heni Mulyati 

PKBI DKI Jakarta 
Jl.Pisangan Baru Timur 2A Jatinegara, Jakarta Timur
Telp/fax kantor (021) 8590 - 9885 
e-mail : pkbidki@yahoo. co.id 
HP.+62-815-815- 6913 
www.laila008.multiply.com

Jumat, 22 Mei 2009

Tak Ada Obat Yang Tidak Berbahaya

Apakah semua obat itu berbahaya?

Seperti yang dikatakan oleh Dr. Kesley, yang khusus bertugas di bagian Food and Drug Administration : "Tak ada obat yang tak berbahaya."

Semakin kuat dan efektif obat itu, semakin besarlah bahayanya. Seperti yang dinyatakan oleh Dr. David. P. Barr pada pertemuan tahunan ke 104 dari American Medical Association pada tanggal 8 juni 1955 : "Salah satu bahaya terbesar dari obat-obatan adalah toxidnya yang tak mungkin dapat dihilangkan." Selanjutnya ia mengemukakan fakta ini : "Apapun yang dapat mengubah keadaan internal tubuh kita dan juga mempengaruhi integritas, keseimbangan dan kesatuan organik tubuh mengandung bahaya!"

Kita tidak boleh menipu diri sendiri. Seringkali kita merasa lega, bukankah kita minum obattanpa merasa dirugikan? Memang demikian, tapi kita harus tahu : kerusakan yang ditimbulkan oleh obat tak akan nampak segera sesudah kita minum obat itu! Efek suatu obat kadangkala baru timbul jauh sesudahnya, berbentuk simptom-simptom suatu penyakit yang khronis seperti lupus erythematosus atau periartritis.

Penyakit yang disebutkan Dr Barr itu termasuk golongan penyakit arthritis, penyakit jantung, rematik dan lain-lainnya.

Memang banyak dokter-dokter di seluruh dunia telah mengakui fakta tersebut tapi sungguh disayangkan, betapa sedikit dari mareka yang mau melaksanakan pendekatan alamiah untuk menyembuhkan para penderita.

Bahaya obat-obatan

Suatu laporan yang patut kita banggakan : Bahaya obat-obatan telah dinyatakan dengan jelas sekali oleh misi Apollo 14 pada penerbangannya ke bulan selama sembilan hari. Dikatakan di situ : "Tidak seperti para astronaut sebelum ini, mareka tidak pernah menjamah kotak obat-obatan mareka untuk mencari pil."

Selanjutnya dilaporkan juga : "Kotak obat-obatan itu mengandung delapanbelas macam obat. Setiap astronaut telah dites, bagaimana efeknya terhadap setiap macam obat yang dibawakan itu, demi keselamatan mareka. Sedapat mungkin hendak dihindari timbulnya reaksi-reaksi yang membahayakan dan membawa efek yang malah merugikan si pemakai". Dikatakan juga : "Dokter-dokter tak dapat menjamin bahwa efek-efek seperti itu dapat dihindarkan seratus persen."

Dikemukakan juga bagaimana dokter-dokter Amerika sekarang ini semakin mempersoalkan adanya "reaksi merugikan" dari obat-obatan, karena bukti nyatanya mulai tampak, semakin lama semakin menonjol. Satu dari seribu orang Amerika yan minum obat memang mendapatkan pengobatan yang dicarinya tapi kecuali itu juga mendapat efek sampingan, dimulai dari rasa gatal-gatal sampai pada apa yang dikatakan 'anapulactic shock'.

Kompilasi yang diderita itu dapat diatur menurut berat entengnya sebagai berikut : demam, gatal-gatal, pembengkakan kelenjar leher atau ketiak, sakit pada persendian, dan inflamasi pembuluh darah.

Semua orang sudah tahu, banyak pasien yang meninggal gara-gara disuntik penisilin. Pasien yang merasa gatal-gatal sesudah disuntik penisilin sebisanya tidak boleh mendapat suntik penisilin lagi, demi menghindari kematian mendadak itu. Tetapi anaphulactic shock seperti itu jarang didahului dengan gejala-gejala apapun. Datangnya secara tiba-tiba tanpa dapat dihindari lagi.

Obat-obat penenang dapat menyebabkan delirium. Antibiotik seperti streptomycin dapat menyebabkan tuli. Obat yang mengandung chloramphenicol dapat merusak sumsum tulang, sehingga sumsum ini tak dapat membuat sel-sel darah putih lagi.

Dilantin yang dipergunakan untuk menanggulangi epilepsy, dapat menimbulkan pembengkakan kelenjar limpa bahkan kadang-kadang menjurus pada kanker. Memang kejadian-kejadian seperti ini jarang terdiagnosa, tetapi dokter-dokter tak boleh mengabaikan kemungkinan itu.

Setidak-tidaknya tiga puluh lima macam obat, termasuk yang mengandung barniturat, antihistamin, bromide dan antibiotik dapat menimbulkan demam. Seringkali dokter harus mengakui : demam bukan ditimbulkan oleh infeksi, tetapi oleh antibiotik yang diminum atau diinjeksikan pada si pasien.

Para penderita asma dilarang memakai aspirin, karena semakin memungkinkan timbulnya serangan sesak! Sedangkan obat-obatan yang mengandung sulfur dapat menimbulkan rasa gatal dan merah-merah apabila si penderita terkena sinar matahari atau sinar ultraviolet.

"Tak ada orang yang tahu berapa banyak yang telah meninggal karena reaksi-reaksi seperti di atas."

Apakah maknanya semua ini?

Cobalah seberapa jauh anda kuat bertahan untuk hidup sesehat dan sealamiah mungkin. Kalau sekali-sekali anda sakit, cobalah memakai cara pengobatan yang masuk akal, tidak menyakitkan dan sealamiah mungkin. Karena inilah cara terbaik untuk membentuk kembali kesehatan kita tanpa ada kemungkinan terkena efek atau reaksi negatif segala macam obat-obatan.

Kita tak boleh melupakan bahaya-bahaya yang kita hadapi dengan minum obat-obatan! Juga harus diingat, obat-obatan seringkali menambah persoalan yang kita hadapi, semakin memperhebat penyakit dan seringkali mendatangkan kematian.

*sumber dari buku "Hidup Bebas Dari Rasa Sakit Dan Derita", karya Wax Warmbrand, Penerbit Pionir Bandung

Kamis, 21 Mei 2009

Ember dan Pipa

Zaman dahulu kala ada sebuah desa kecil yang indah. Tempat itu sangat menyenangkan, sayangnya disana ada masalah. Desa itu tidak punya air jika hujan tidak turun. Untuk menuntaskan masalah itu selamanya, para tetua desa memutuskan menawarkan kontrak bagi pengirim air harian ke sana. Dua orang mengajukan diri melakukan tugas itu dan para tetua memberikan kontrak itu kepada mareka berdua. Mareka merasa bahwa persaingan akan menekan harga hingga tetap rendah dan menjamin persediaan cadangan air.

Orang pertama yang mendapat kontrak itu, Ed, langsung berlari pergi, membeli dua ember baja dan mulai berlari bolak balik menyusuri jalan setapak menuju danau yang jaraknya satu setengah kilometer dari desa. Ia langsung mulai menghasilkan uang saat bekerja keras dari pagi hingga petang, mengangkut air dari danau dengan kedua embernya. Ia menuangkan ke dalam tangki penyimpanan terbuat dari beton yang telah dibangun penduduk desa itu. Setiap pagi ia bangun sebelum yang lain supaya bisa memastikan ada cukup air bagi penduduk desa saat mareka memerlukannya. Ia Harus bekerja keras, tapi ia sangat senang karena bisa menghasilkan uang dan karena bisa menghasilkan uang dan karena mendapatkan salah satu kontrak eksklusif dalam bisnis penyediaan air itu.

Pemegang kontrak kedua, Bill, beberapa saat meghilang. Ia tidak terlihat berbulan-bulan, yang membuat Ed sangat bahagia karena ia jadi tidak mempunyai saingan. Ed mendapatkan semua pemasukan.

Bukannya membeli dua ember untuk bersaing dengan Ed, Bill membuat rencana usaha, mendirikan perusahaan, mendapatkan empat penanam modal, mengangkat seorang presiden eksklusif untuk melakukan pekerjaannya, dan kembali enam bulan kemudian dengan kru bangunan. Dalam waktu satu tahun timnya telah membangun jaringan pipa baja antikarat bervolume besar yang menyambungkan desa dengan danau.

Pada pesta pembukaan, Bill mengumumkan bahwa airnya lebih bersih daripada air Ed. Bill tahu ada banyak keluhan tentang kotoran dalam air Ed. Bill juga mengumumkan bahwa ia bisa memasok air untuk desa selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Ed hanya bisa mengantarkan air pada hari kerja... ia tidak bekerja pada akhir pekan. Lalu bill mengumumkan bahwa ia akan memberikan harga 75% lebih murah daripada Ed untuk sumber airnya yang berkualitas lebih tinggi dan lebih bisa diandalkan. Penduduk desa bersorak sorai dan langsung berlari ke kran di ujung saluran pipa Bill.

Supaya bisa bersaing, Ed langsung menurunkan harganya sebanyak 75%, membeli dua ember lagi, menambahkan penutup pada ember-embernya, dan mulai mengangkut empat ember satu kali jalan. Untuk memberi pelayanan yang lebih baik, ia mempekerjakan kedua anak laki-lakinya untuk membantunya melakukan giliran kerja malam dan pada akhir pekan. Ketika mareka pergi bersekolah di perguruan tinggi, ia berkata kepada mareka,
'Cepatlah kembali karena suatu saat bisnis ini akan menjadi milik kalian.'

Entah kenapa, setelah lulus perguruan tinggi, kedua putranya tak pernah kembali. Akhirnya Ed mendapatkan masalah-masalah kepegawaian. serikat buruh menuntut kenaikan gaji, peningkatan tunjangan, dan ingin anggotanya hanya mengangkut satu ember sekali jalan.

Bill, dipihak lain, sadar bahwa jika desa itu membutuhkan air berarti desa-desa yang lain juga membutuhkannya. Ia menulis ulang rancangan bisnisnya dan pergi untuk menjual sistem penyaluran air bersihnya yan berkecepatan tinggi, bervolume besar, dan berbiaya rendah ke desa-desa seluruh dunia. Ia hanya mendapat keuntungan satu penny untuk setiap ember air yang disalurkan, tapi ia mengirimkan miliaran ember air setiap hari, dan semua uang itu mengalir ke dalam rekening banknya. Bill telah membangun saluran pipa untuk mengalirkan uang bagi dirinya sendiri selain untuk menyalurkan air ke desa-desa.

Bill hidup bahagia selamanya, dan Ed bekerja keras seumur hidupnya dan selalu mempunyai masalah finansial. Tamat.

*sumber dari buku "The Cashflow Quadrant", karya Robert T. Kiyosaki bersama Sharon L. Lechter C.P.A

Senin, 18 Mei 2009

Penelitian Tugas Akhir Itu Mudah

Puyeng dengan skripsi atau tugas akhir? Jangan kuatir, semua orang memang pernah mengalaminya. Nikmati dan warnai kehidupan akhir kampus dengan membuat tugas akhir yang bagus dan berkualitas. Sayang empat tahun proses pembelajaran kita kalau diakhiri dengan tugas akhir berkualitas rendah atau bahkan mengotorinya dengan membajak skripsi orang lain. Tugas akhir itu secara umum seharusnya berupa penelitian, meskipun beberapa jurusan ada yang mensyaratkan cukup dengan desain produk. Seri artikel ini sifatnya wajib dibaca bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir 

Hakekat penelitian bagaimanapun juga adalah untuk “memecahkan masalah yang dihadapi”. Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris “research” yang secara bahasa mengandung makna: re (kembali) dan to search (mencari). T. Hillway merangkumkan definisi penelitian adalah “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”.

Sebelum melangkah lebih jauh, kita diskusi dulu tentang jenis penelitian. Intinya jenis penelitian bisa dilihat dari beberapa sudut pandang.

  1. Tingkat Penerapan (Penelitian Dasar, Penelitian Terapan)
  2. Jenis Informasi Yang Diolah (Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif)
  3. Perlakuan Terhadap Data (Penelitian Konfirmatori, Penelitian Eksploratori)
  4. Tujuan (Penelitian Deskripsi, Penelitian Korelasi, Penelitian Eksperimen)

Kalau kita gambarkan hubungan dan himpitan antara jenis penelitian, bentuk mudahnya akan seperti dibawah (ditulis ulang dari Ronny Kountur, 2007) . Secara umum, setiap penelitian memberi efek kecenderungan ke jenis dibawahnya. Contoh, penelitan deskripsi itu biasanya kualitatif dan sifatnya eksplanatori. Sebaliknya penelitian eksperimen dan korelasi biasanya pengolahan datanya kuantitatif, dan sifatnya konfirmatori.


Untuk jurusan computing (teknik informatika, sistem informasi, ilmu komputer) biasanya berupa penelitian terapan (bukan penelitian dasar) yang sifat pengolahan datanya kuantitatif. Penelitian lebih banyak ke arah konfirmatori (bukan eksploratori) yaitu dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis atau kerangka konsep yang sudah ditentukan. Dan tujuan penelitian biasanya untuk melihat korelasi antar variabel yang diteliti atau melakukan suatu eksperimen.

Tahapan penelitian sebenarnya hanya ada empat:
  1. Identifikasi (Penemuan) Masalah
  2. Perumusan Hipotesis
  3. Pengujian Hipotesis dan Analisis
  4. Kesimpulan

Kalau kita konversikan ke dalam struktur susunan tugas akhir mungkin tahapan penelitian itu akan terbagi seperti tabel di bawah:


Perlu diingat, tugas akhir di beberapa bidang ilmu bisa tidak berbentuk penelitian, tapi hanya berupa desain produk. Contoh desain produk misalnya:

  • Desain Bangunan atau Mesin
  • Desain Sistem
  • Pengembangan Sistem Tanpa Didahului Identifikasi Masalah
  • Perencanaan Strategis Bisnis

Jadi implikasi dari hal diatas, beberapa kegiatan di bawah bukan termasuk penelitian.

  • Mengembangkan situs portal
  • Mengembangkan situs web pribadi
  • Mengembangkan sistem informasi
  • Mengembangkan multimedia pembelajaran

Untuk yang lagi bikin skripsi tentang pengembangan sistem informasi atau multimedia pembelajaran, jangan keburu stress dulu ;). Desain produk bisa menjadi penelitian ketika produk dibuat karena adanya “suatu masalah atau kebutuhan riil”. Tapi jangan lupa, produk tersebut juga harus diuji dengan beberapa parameter, dan kemudian dianalisa seberapa jauh terbukti bisa memecahkan masalah yang disetting di awal.

Nah contoh pengembangan situs portal yang termasuk penelitian misalnya dibawah:

  • Judul: Mengembangkan Situs Portal Traffic Tinggi dengan Teknik Search Engine Optimization (SEO)
  • Identifikasi Masalah: Situs portal sepi pengunjung
  • Perumusan Hipotesis: Teknik SEO dapat meningkatkan traffic situs
  • Buat Model atau Kerangka Konsep: Lakukan studi literatur tentang SEO dan rumuskan model serta teknik SEO yang tepat untuk situs portal yang sedang dibangun
  • Pengujian Hipotesis: Terapkan model SEO yang sudah dibuat. Uji parameter dalam model SEO
  • Analisa Hasil Pengujian: Terbukti bahwa model SEO kita kembangkan dapat meningkatkan traffic situs portal

Pengembangan multimedia pembelajaran yang berbasis penelitian, misalnya:

  • Judul: Multimedia pembelajaran Berbasis “Real Constructivisme” untuk Mata Kuliah Bahasa Formal dan Automata
  • Identifikasi Masalah: Mata Kuliah Bahasa Formal dan Automata sulit dipahamkan ke siswa dengan sistem kuliah konvensional, harus ditempuh teknik baru untuk memahamkan ke siswa
  • Perumusan Hipotesis: Multimedia pembelajaran harus dibuat berdasarkan teoi “real constructivisme” untuk mempermudah pemahaman siswa
  • Buat Model atau Kerangka Konsep: Lakukan studi literatur tentang “real construtivisme” dan rumuskan model khusus untuk multimedia pembelajaran tersebut
  • Pengujian Hipotesis: Terapkan dengan penelitian tindakan kelas (action research)
  • Analisa Hasil Pengujian: Terbukti multimedia berbasis “real constructivisme” dapat meningkatkan pemahaman siswa

Perlu dicatat bahwa penelitian itu berawal di masalah dan berakhir di pemecahan masalah. Kualitas penelitian ditentukan oleh kualitas “masalah“ yang diteliti, bukan karena ketinggian teknologi yang digunakan. Reviewer jurnal internasional menjadikan “masalah penelitian“ sebagai parameter utama proses review. Usahakan memilih “masalah penelitian” yang orisinil kita temukan. Meneliti masalah yang sudah diteliti orang lain membuat kita harus melakukan komparasi dengan approach orang lain tersebut

Ok sudah mulai paham? Sekarang gimana sih sebenarnya cara menemukan atau mengidentifikasi masalah itu?

Masalah bisa kita temukan lewat studi literatur, baik dari paper-paper di jurnal ilmiah atau proceedings conference. Untuk level D3 dan S1, bisa juga identifikasi masalah ini dari artikel di buku text book, majalah ilmiah, proceedings seminar atau surat kabar. Cara menemukan masalah yang kedua dan sebenarnya cara terbaik adalah lewat pengamatan lapangan. Nggak usah terlalu rumit-rumit, cukup fokuskan ke masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita mahasiswa ya sekarang perhatikan, mahasiswa, dosen atau kampus itu punya masalah apa yang belum dipecahkan dan kira-kira bisa dipecahkan dengan teknologi informasi. Ini kalau kita di jurusan computing, lain jurusan masalahnya bisa lain lagi. Pengamatan lapangan ini bisa juga dilakukan dengan menghadiri pameran industri, bedah buku, dsb. Intinya kejar masalah penelitian ini dari manapun, dan jangan lupa bahwa masalah penelitian ini benar-benar menjadi masalah yang harus dipecahkan, bukan masalah yang kita ada-adakan.

Oh ya, masalah yang kita bidik bisa datang dari 3 hal:

  • Masalah yang ada di manusianya sendiri (People and Problem)
  • Masalah di cara dan struktur kerja (Program)
  • Fenomena yang terjadi (Phenomenon)

Ok sudah semakin paham? Terus gimana kita bisa menentukan mana referensi untuk penelitian yang shahih?

Khususnya untuk tinjauan pustaka (studi literatur) pada saat menyusun hipotesis dan kerangka konsep atau model, usahakan untuk menggunakan jurnal ilmiah (internasional). Urutan dari yang terbaik untuk bidang computing adalah:

  • Jurnal ilmiah yang diterbitkan IEEE dan ACM
  • Jurnal ilmiah yang diterbitkan asosiasi ilmiah Lain. Biasanya bisa didapatkan dari elsevier.Com, EBSCOhost.Com atau sciencedirect.com
  • Proceedings Conference (utamakan yang diterbitkan oleh IEEE Computer dan ACM)

Apabila kita punya rencana untuk bermain di level internasional, usahakan tidak menggunakan jurnal ilmiah Indonesia, meskipun sudah diakreditasi oleh Dikti.

Nggak ada uang untuk langganan jurnal ilmiah? Atau di kampus juga tidak tersedia jurnal online? Nggak perlu khawatir, bisa gunakan salah satu dari banyak jurnal ilmiah gratis yang sudah ditulis lengkap di artikel Pak Romi Satria Wahono. Paling tidak yang wajib dikunjungi oleh mahasiswa miskin tapi punya semangat penelitian seperti profesor adalah:

Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting diantara proses lain. Masalah penelitian akan menentukan kualitas dari penelitian, bahkan juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau tidak. Masalah penelitian secara umum bisa kita temukan lewat studi literatur atau lewat pengamatan lapangan (observasi, survey, dsb). Skripsi untuk level S1 seharusnya didesain untuk memecahkan masalah yang lebih riil dan sifatnya applied. Mahasiswa cukup fokus ke masalah yang ada di sekitarnya. Kalau jurusan kita di computing, kita lakukan saja observasi di lingkungan kita. Misalnya universitas, dosen, dan mahasiswa itu punya masalah apa yang kira-kira bisa kita pecahkan dengan teknologi informasi dan aplikasinya. Intinya kita harus kejar terus masalah penelitian ini, dan jangan lupa bahwa masalah yang kita identifikasi tersebut benar-benar menjadi masalah yang harus dipecahkan, bukan masalah yang kita ada-adakan. Masih agak bingung? Ok saya coba jelaskan secara detail dan pelan-pelan bagaimana proses identifikasi masalah ini.

Masalah penelitian bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mempermasalahkan suatu variabel atau hubungan antara variabel pada suatu fenomena. Sedangkan variabel itu sendiri dapat didefinisikan sebagai pembeda antara sesuatu dengan yang lain. Ketika kita mengambil topik penelitian untuk membedakan raut muka mahasiswa yang lagi bokek dan mahasiswa yang lagi banyak uang, kita punya variabel “raut muka” dan variabel “keadaan keuangan”. Nah kita ingin tahu hubungan dua variabel ini, jadilah itu sebuah masalah penelitian.

Lha terus sumber masalahnya dari mana datangnya? Sumber masalah penelitian bisa muncul dari tiga hal (Ranjit Kumar, 1996):

  1. Masalah Yang Ada di Manusianya Sendiri (People and Problem). Kita harus hati-hati supaya tidak terjebak ke masalah di sekitar manusia yang bukan penelitian. Tapi juga jangan “saklek”, karena masalah manusia yang tadinya bukan masalah penelitian bisa kita “goyang sedikit” menjadi masalah penelitian. Contoh, mahasiswa punya masalah pokok yaitu “kekurangan uang”. Ini bisa kita “konversi” menjadi masalah penelitian misalnya menjadi:- Mendeteksi raut muka mahasiswa bokek dengan face recognition system, atau - Model bisnis di Internet dengan modal kecil untuk mahasiswa.
  2. Masalah di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program). Teknik dan struktur kerja yang bermasalah tentu juga bisa menjadi masalah penelitian. Contoh, dosen-dosen saking sibuknya ternyata kesulitan menemukan satu waktu yang pas untuk meeting bulanan di universitas. Nah ini jadi masalah penelitian, approachnya nanti kita bisa kembangkan satu aplikasi scheduling dengan sedikit sistem pakar didalamnya yang secara otomatis memberikan beberapa alternatif waktu meeting yang pas untuk semua. Masalah lain misalnya, sistem informasi manajemen di universitas kita ada masalah. Nggak bisa online bekerjanya dan nggak sesuai dengan business process sebenarnya yang dilakukan oleh para staff dalam mengelola administrasi sekolah. Nah software dan sistem ini kita perbaiki supaya sesuai dengan yang dibutuhkan. Sistem parkir di Mal yang tidak bisa mendeteksi mana area parkir yang kosong, bisa jadi masalah penelitian yang menarik juga.
  3. Fenomena yang Terjadi (Phenomenon). Fenomena yang ada di sekitar kita juga bisa menjadi masalah penelitian yang menarik. Contoh, fenomena bahwa situs portal yang dikembangkan di perusahaan-perusahaan ternyata sepi pengunjung. Nah ini adalah sebuah fenomena, untuk meningkatkan traffic, misalnya bisa dengan memainkan bebrapa teknik supaya search engine mau menengok situs kita, ini sering disebut dengan Search Engine Optimization. Nah dari sini kita sudah dapat judul: “Mengembangkan situs portal traffic tinggi dengan teknik Search Engine Optimization (SEO)”. Fenomena lain lagi, proses pendeteksian golongan darah untuk skala besar (massal) misalnya untuk seluruh mahasiswa universitas yang mencapai 5000 orang ternyata memakan waktu yang sangat lama. Ini sebuah fenomena, kita beri solusi dengan software sistem yang menggunakan beberapa teknik artificial intelligence yang memungkinkan pendeteksian golongan darah ini. Sehingga 5000 orang bisa kita proses dalam beberapa jam misalnya.

Supaya masalah penelitian yang kita pilih benar-benar tepat, biasanya masalah perlu dievaluasi. Evaluasi masalah penelitian biasanya berdasarkan beberapa parameter dibawah (Ronny Kountur, 2007) (Moh. Nazir, 2003):

  1. Menarik. Masalah yang menarik membuat kita termotivasi untuk melakukan penelitian dengan serius.
  2. Bermanfaat. Penelitian harus membawa manfaat baik untuk ilmu pengetahuan maupun peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia. Penelitian juga diharapakan membawa manfaat bagi masyarakat dalam skala besar (secara nasional maupun internasional), maupun secara khusus di komunitas kita (kampus, sekolah, kelurahan, dsb). Hindari penelitian yang tidak membawa manfaat kepada masyarakat.
  3. Hal Yang Baru. Ini hal yang cukup penting dalam penelitian, bahwa penelitian yang kita lakukan adalah hal baru, solusi yang kita berikan adalah solusi baru yang apabila kita komparasi dengan solusi lain, bisa dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dsb. Bisa juga kebaruan ini diwujudkan dengan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada. Hindari redundant research, meneliti hal yang sama persis dengan yang dilakukan oleh orang lain. Ya ini namanya nyontek alias plagiasi skripsi.
  4. Dapat Diuji (Diukur). Ini biasanya hal yang terlupakan, supaya proses penelitian kita sempurna, masalah penelitian beserta variabel-variablenya harus merupakan sesuatu yang bisa diuji dan diukur secara empiris. Kalau kita melakukan penelitian korelasi, nah korelasi antara beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah dengan beberapa parameter.
  5. Dapat Dilaksanakan. Nah ini juga faktor penting. Masalah yang bagus berkualitas, jadi lucu dan naif kalau akhirnya secara teknik penelitian tidak bisa dilakukan. Dapat dilakukan ini berkaitan erat dengan keahlian, ketersediaan data, kecukupan waktu dan dana. Hindari research impossible.
  6. Merupakan Masalah Yang Penting. Ini agak sulit mengukurnya, tapi paling tidak ada gambaran di kita bahwa jangan sampai melakukan penelitian terhadap suatu masalah yang tidak penting.
  7. Tidak Melanggar Etika. Yang terakhir adalah masalah etika. Penelitian harus dilakukan dengan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada obyek penelitian, tidak melanggar privacy, publikasi harus dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan penipuan dalam pengambilan data maupun pengolahan data.

Bagaimana, sudah ada bayangan kira-kira masalah apa yang akan diteliti? Kalau sudah ok dan mantab dengan masalah penelitian, kita lanjutkan ke seri artikel berikutnya. Intinya konsep seri tulisan tentang penelitian ini memberi opini bahwa penelitian dan tugas akhir itu hal yang mudah, tidak bikin takut, apalagi bikin stress, kita tinggal jalankan saja sesuai dengan tahapan penelitian. Nikmati permasalahan yang muncul, tekuni solusi dan eksperimen yang kita rencanakan, dan jreng jreng jreng …. Insya Allah tugas akhir kita akan selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan, tanpa nyontek, tanpa membeli dari penjual skripsi dan tanpa kutukan dosa dari yang Diatas.

REFERENSI

  1. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kencana Prenada Media Group, 2005.
  2. Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Agustus 2003.
  3. Ranjit Kumar, Research Methodology: A Step-by-Step Guide for Beginners, Melbourne: Addison Wesley Longman, 1996
  4. Ronny Kountur, Metode Penelitan, Penerbit PPM, 2007.
  5. Sulistyo-Basuki, Metode Penelitian, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, April 2006.

*sumber dari http://romisatriawahono.net/2007/12/16/penelitian-tugas-akhir-itu-mudah-1/


Senin, 11 Mei 2009

Bisnis Masa Depan

Apa bisnis yang akan meledak dimasa depan?
Percaya atau tidak, jawabannya adalah industri kesehatan. Siapa yang menjalankan bisnis kesehatan, akan menguasai bisnis masa depan.

Indutri Kesehatan Sebagai Sebuah Bisnis Masa Depan

Dalam buku Best Sellernya, The Next Trillion Dolar Industry, pengamat ekonomi yang juga seorang futuris, Paul Zane Pillzer, mengungkapkan bahwa satu dekada mendatang perkembangan industri kesehatan mencapai titik yang sangat fantastis.

Prediksi ini berdasarkan adanya generasi kelas menengah yang semakin mapan dan mulai memperhatikan hal lain diluar semua kebutuhan yang sudah mareka penuhi.

Mareka sudah mampu beli mobil, beli rumah, alat elektronik dan segala kebutuhan lainnya, dan mareka masih mempunyai uang untuk mareka gunakan. Lalu kemana uang mareka dialokasikan?

Penelitian Paul Zane Pillzer menunjukkan bahwa sebagian besar uang akan digunakan untuk membeli kebutuhan kesehatan dan kecantikan. Ternyata setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi, sebagian besar kaum menengah ingit awet muda, sehat, dan tampil menarik. Dan semuanya kini sedang mengikuti trend kembali pada alam. Bahkan trend ini sudah merambah ke sumua strata sosial.

Di Amerika, trend ini dipelopori oleh kaum Baby Boomer yang merupakan generasi yang belakangan menjadi penggerak, trend setter gaya hidup yang mampu menjadi mesin penggerak ekonomi global. Marekalah yang membuat industri properti meledak, industri otomotif berkembang pesat. Mareka pulalah yang mengerakkan industri asuransi, komputer dan internet (di Indonesia bisa diwakili oleh kelas menengah).

Saat ini, di Amerika saja, menurut Paul, generasi tersebut menghabiskan sekitar 200 miliyar dollar pertahun untuk produk perawatan kesehatan. Jumlah ini diperkirakan setengah dari angka belanja kendaraan. Dan diperkirakan akan mencapai puncak permintaan tertinggi pada akhir tahun 2010, yaitu mencapai 1000 miliyar dollar AS atau 1 triliyun dollar AS pertahun. Atau sekitar 19 juta dollar (19 miliyar rupiah) permenit. Meningkat sekitar 500 persen.

Menurut Paul, ada empat pilihan jika mau mendapat bagian dari bisnis masa depan ini.

  • Pertama, menjadi tenaga ahli atau praktis, seperti dokter, spesialis, dsb. Tentu saja untuk menjadi kelompok ini diperlukan bekal pendidikan yang tidak murah dan kecerdasan diatas rata-rata.
  • Kedua, sebagai produsen, tetapi tentu saja harus didukung dengan investasi miliyaran, bahkan trliyunan rupiah untuk bangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, dsb.
  • Ketiga, penjual retail, tetapi tetap saja harus mempersiapkan modal yang tidak sedikit juga.
  • Keempat, sebagai distributor. Dalam 30 tahun perkembangan bisnis dunia, distributor adalah bagian dari rantai bisnis yang paling sebesar mendapatkan keuntungan. Jadi, keuntungan terbesar bukan pada produsen melainkan distributor. Contohnya, seperti Sam Walton dengan "Walt Mart"nya, Fred Smith dengan "Fed-Ex", Josh Bishop dengan "Amazon.com". Mareka adalah distributor.


*sumber dari buku "The Next Trillion", karya Paul Zane Pilzer

Minggu, 10 Mei 2009

Kepemempinan Yang Efektif

Kepemimpinan adalah sebuah proses mempengaruhi individu atau organisasi untuk mencapai urutan hasil dalam urutan tindakan yang setia pada sebuah misi.

Seorang pemimpin adalah seorang penjual harapan, melalui kejelasan visi dan kekuatan misi.

Maka pastikanlah bahwa tindakan kita tidak berorientasi kepada kepentingan yang bukan bagi kebaikan yang kita pimpin.

Mohon Anda sadari bahwa, bagi seorang pemimpin – menjadi yang dipercaya adalah hadiah yang lebih baik dari apapun. Kepercayaan yang diberikan oleh anggota organisasi kepada seorang pemimpin datang dari perasaan terpastikan dalam mempercayakan proses memimpin pencapaian tujuan bersama kepadanya.

Untuk itu, siapapun akan mencapai kepantasan sebagai seorang pemimpin, bila ia membiasakan dirinya untuk meninggikan orang lain, tanpa merendahkan dirinya sendiri.

Dengannya, bila Anda berada dalam kendali yang baik, maka mereka akan merasa tenang dalam kepemimpinan Anda, lalu kemudian bila mereka merasa lebih percaya diri dalam kepemimpinan Anda, maka Anda adalah seorang pemimpin yang berwibawa.

Mohon Anda perhatikan bahwa, kewibawaan kepemimpinan seseorang dapat didefinisikan sebagai pesona pribadi yang memenangkan persetujuan orang lain, untuk bersikap dan berlaku sebagaimana yang dipimpinnya.

Dengannya, semua pemimpin yang berhasil membangun kebesaran organisasinya, selalu adalah pemimpin yang dekat dengan mereka yang dipimpinnya.

Sadarilah bahwa dia yang tidak melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang dipimpinnya, telah menunda tercapainya kebaikan yang menjadikan hak mereka.

Maka kembangkanlah praktik-praktik kepemimpinan dan proses operasi yang membangun keceriaan dan keleluasaan untuk mencapai hasil lebih.

Marilah kita menjadi pribadi-pribadi yang perbedaannya adalah kemampuan untuk mengubah yang biasa, menjadi luar biasa.

Perhatikanlah, sebuah organisasi tidak mungkin bisa bergerak mendekati bentuk kreatifitas apapun, bila sang pemimpin menjadikan dirinya sendiri sebagai contoh utama dalam penolakan cara-cara yang lebih baik.

Dari mana memulainya?

Seperti dalam hal apapun,

mulailah dari diri Anda sendiri.

Anda adalah seorang khalifah.

Kekuatan Do'a Menukar Takdir

Sabda Rasulullah SAW:
"Tidaklah yang menolak ketentuan Tuhan kecuali do'a; Dan tidaklah yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan. Dan seorang laki-laki akan diharamkan baginya rezki karena dosa yang diperbuatnya."

Fahamkanlah hadits ini baik-baik. Bahwasanya dengan do'a yang mustajab Tuhan dapat mengubah apa yang telah ditentukannya buat hamba-Nya.

Disini kita mendapat kesimpulan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang semata-mata bertawakal dan menyerah kepada-Nya. Hadits yang seperti ini sudah nyata melarang kita hanya menyerah saja kepada takdir yang kita sendiri belum tahu rahasianya. Kita disuruh selalu mendesakkan do'a kita kepada Allah, yakni desakan dengan arti yang baik. Dan do'a bukanlah alamat dari kelemahan, melainkan menimbulkan kekuatan. Yaitu mempositifkan atau menunjukkan jiwa semata-mata kepada Allah, bebas daripada pengaruh atu mencari perlindungan kepada sesama mahluk. Karena dengan berdo'a kita selalu merasa diri dekat kepada Allah.

Malahan Allah murka kalau kita tidak langsung meminta kepada-Nya:
"Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, murkalah Allah kepadanya." (Dirawikan oleh At-Tarmidzi)

Amat berbeda dengan meminta kepada sesama kita Bani Adam. Sesama anak Adam menjadi jengkel kalu kita selalu saja meminta kepadanya. Sedang Tuhan menjadi murka kalau tidak kepada-Nya meminta. Mengapa kita masuk kedalam pintu yang tertutup, yaitu hati sesama kita manusia, dan tidak masuk melalui pintu yang selalu terbuka, yaitu pintu ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Maka bersabdalah Rasulullah SAW:
"Do'a itu adalah senjata orang yang beriman, dan tiang dari agama, dan cahaya dari semua langit dan bumi." (Dirawikan Al-Hakim)

Kalau Do'a Tidak Cepat Terkabul

Sabda Nabi SAW;
"Tidaklah seorang Muslim menengadahkan wajahnya (memohon kepada Allah sesuatu permohonan), melainkan akan dikabulkan permohonan itu. Atau dicepatkannya memberikan, atau disimpannya untuk lain waktu." (Dirawikan oleh Iman Ahmad dan Al-Hakim)

Sebuah hadits lagi yang dirawikan oleh Al-Hakim dari Anas bin Malik amat mengharukan hati kita sebagai Muslim.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Tuhan Allah itu adalah hidup dan menawan, malu Dia dari hamba-Nya kalau hamba itu menadahkan tangannya, kalau tidak diletakkannya kebaikan dalam tangan itu." (Dirawikan oleh Ibnu majah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)

Maksudnya, asal kita memohon dengan sungguh-sungguh, tidaklah Tuhan akan membiarkan tangan kita kembali turun dengan hampa. Oleh sebab itu hendaklah diingat cara kita berdo'a itu sendiri. Dan ingat benar-benar bahwasanya ibadat bukanlah semata-mata do'a. Bagaimana Tuhan akan mengabulkan permohonan kita, kalau kiranya kita mengenal Tuhan atau hendak berhubungan dengan Tuhan hanya seketika berdo'a itu saja, sedang dalam ibadat yang lain-lain kita masih saja berkurang-kurang. Dan hendaklah kita sabar kalau do'a belum lekas terkabul. Karena yang berha memilihkan sesuatu yang baik buat kita ialah Tuhan sendiri, bukan kita. Khusyu'kanlah hati ketika menghadapkan do'a kepada Tuhan dan bersihkanlah badan dan menghadaplah ke Kiblat, percaya dan tawakkal yang sesungguh-sungguhnya.

*sumber dari buku "Do'a-Do'a Rasulullah", karya Prof. Dr. Hamka, Penerbit Pustaka Panjimas Jakarta